Surat Izin Tidak Masuk Kerja Guru: Panduan Lengkap + Contoh Terupdate!

Table of Contents

Sebagai seorang guru, dedikasi terhadap tugas mengajar memang sangat penting. Namun, ada kalanya situasi atau kondisi tertentu mengharuskan kita untuk tidak dapat masuk kerja. Entah itu karena sakit, ada keperluan keluarga mendesak, atau urusan pribadi yang tidak bisa dihindari. Dalam situasi seperti ini, mengajukan surat izin tidak masuk kerja menjadi sebuah keharusan dan bentuk profesionalisme.

Surat izin bukan hanya sekadar formalitas, lho. Ini adalah bukti pertanggungjawabanmu kepada sekolah, kepala sekolah, dan yang paling penting, kepada para siswa yang menunggu kehadiranmu. Dengan surat izin yang jelas, sekolah bisa segera mengambil langkah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar, misalnya dengan mencari guru pengganti atau menunda jadwal.

pentingnya surat izin guru
Image just for illustration

Mengapa Surat Izin Penting Banget buat Guru?

Mungkin kamu berpikir, “Ah, cuma sehari ini kok nggak masuk, nanti juga bisa jelasin.” Eits, jangan salah! Meskipun hanya sehari, absen tanpa pemberitahuan resmi bisa menimbulkan beberapa masalah. Pertama, ini menunjukkan kurangnya profesionalisme dan bisa memengaruhi citra dirimu di mata atasan serta rekan kerja. Kedua, sekolah jadi kesulitan mengatur jadwal pengganti, yang berujung pada terhambatnya proses belajar mengajar siswa.

Lebih dari itu, surat izin juga melindungi dirimu secara administratif. Tanpa surat izin resmi, ketidakhadiranmu bisa dianggap sebagai bolos kerja atau absensi tanpa keterangan. Ini bisa berakibat pada pemotongan tunjangan, peringatan lisan, bahkan sampai sanksi administratif yang lebih serius sesuai peraturan sekolah atau instansi pendidikan. Jadi, selalu utamakan komunikasi dan surat resmi, ya!

Landasan Hukum: Aturan Main yang Wajib Kamu Tahu

Ketentuan mengenai izin tidak masuk kerja bagi guru, terutama guru PNS, biasanya mengacu pada peraturan pemerintah tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan peraturan kepegawaian lain yang relevan. Misalnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil yang mengatur kewajiban masuk kerja dan larangan meninggalkan tugas. Guru yang berstatus non-PNS atau honorer juga punya landasan hukum, biasanya tertera dalam Peraturan Internal Sekolah atau Yayasan yang menaungi.

Setiap instansi pendidikan umumnya memiliki kebijakan sendiri yang lebih rinci mengenai jenis-jenis izin, prosedur pengajuan, hingga sanksi bagi pelanggar. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap guru untuk memahami dan mematuhi aturan yang berlaku di tempatnya bekerja. Jangan sampai tidak tahu dan akhirnya merugikan diri sendiri.

Jenis-Jenis Izin Tidak Masuk Kerja: Kapan Kamu Boleh Nggak Masuk?

Tidak semua alasan ketidakhadiran bisa disebut “izin” dalam pengertian yang sama. Ada beberapa kategori izin yang umumnya diakui dan memerlukan jenis keterangan yang berbeda. Memahami kategori ini akan membantumu menyiapkan surat izin yang tepat.

jenis-jenis izin tidak masuk kerja guru
Image just for illustration

1. Izin Sakit: Dengan Surat Dokter atau Tanpa

Ini adalah jenis izin yang paling umum. Jika kamu merasa tidak enak badan dan tidak memungkinkan untuk mengajar, kamu bisa mengajukan izin sakit.

  • Izin Sakit dengan Surat Dokter: Untuk sakit yang lebih dari 1-2 hari, atau sakit yang memerlukan penanganan medis, kamu wajib melampirkan surat keterangan dokter. Surat ini menjadi bukti yang kuat dan sah secara medis bahwa kamu memang tidak sanggup bekerja. Pastikan surat dokter memuat tanggal sakit dan perkiraan berapa lama kamu tidak bisa beraktivitas.
  • Izin Sakit Tanpa Surat Dokter: Biasanya berlaku untuk sakit ringan yang hanya berlangsung satu hari. Misalnya, pusing ringan, flu biasa, atau kurang enak badan yang tidak parah. Meskipun begitu, tetap sampaikan pemberitahuan secepatnya dan ajukan surat izin sesudahnya. Beberapa sekolah mungkin tetap meminta surat keterangan dari orang tua atau keluarga untuk kasus ini.

2. Izin Keperluan Mendesak: Duka Cita, Keluarga Sakit, dll.

Keperluan mendesak adalah situasi di luar dugaan yang menuntut kehadiranmu dan tidak bisa ditunda. Ini seringkali berkaitan dengan keluarga inti.

  • Duka Cita: Kematian anggota keluarga inti (orang tua, anak, suami/istri) atau kerabat dekat (saudara kandung) adalah alasan yang sangat kuat. Biasanya sekolah memberikan toleransi beberapa hari untuk izin ini.
  • Keluarga Sakit/Meninggal: Jika ada anggota keluarga inti yang sakit parah dan membutuhkan pendampingan di rumah sakit, atau harus mengurus pemakaman/acara duka.
  • Bencana Alam: Jika kamu atau keluargamu terkena dampak bencana alam.

Untuk jenis izin ini, komunikasi cepat sangat krusial. Segera hubungi kepala sekolah atau wakil kepala sekolah, lalu susul dengan surat izin resmi begitu situasi memungkinkan.

3. Izin Keperluan Pribadi: Nikahan, Hajatan, Urusan Penting Lain

Kadang ada urusan pribadi yang memang tidak bisa diwakilkan atau ditunda dan jatuh pada hari kerja.

  • Pernikahan/Hajatan: Pernikahanmu sendiri, atau pernikahan anak/saudara kandung.
  • Menghadiri Acara Penting Keluarga: Wisuda anak, atau acara keagamaan tertentu (misalnya ibadah haji/umrah yang durasinya lebih panjang dan membutuhkan cuti khusus).
  • Mengurus Dokumen Penting: Contohnya, mengurus KTP, paspor, atau dokumen hukum lainnya yang hanya bisa dilakukan pada jam kerja.

Untuk keperluan pribadi, sebisa mungkin ajukan izin jauh-jauh hari agar sekolah punya waktu untuk mengatur pengganti. Perencanaan yang matang adalah kuncinya di sini.

Komponen Surat Izin: Apa Aja Sih yang Harus Ada?

Sebuah surat izin yang baik dan benar harus mencakup beberapa elemen penting agar informatif dan sah. Mari kita bedah satu per satu.

1. Informasi Pribadi Penulis Surat

Di bagian paling atas atau awal surat, cantumkan data dirimu secara lengkap:
* Nama Lengkap
* NIP/NIK (Nomor Induk Pegawai/Kependudukan)
* Jabatan (misalnya: Guru Kelas IV, Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia)
* Nama Sekolah
* Alamat Lengkap Sekolah
* Nomor Telepon/HP yang bisa dihubungi

2. Pihak yang Dituju (Kepala Sekolah/Yayasan)

Tujukan suratmu kepada pihak yang berwenang memberikan izin. Biasanya adalah Kepala Sekolah atau Pimpinan Yayasan.
* Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah [Nama Sekolah]
* Di [Tempat]

3. Tanggal dan Tempat Penulisan

Cantumkan kota tempat surat ditulis dan tanggal penulisan surat. Contoh: Jakarta, 23 Mei 2024.

4. Perihal Surat (Jelas dan Padat)

Bagian ini penting agar penerima surat langsung tahu maksud dan tujuan suratmu. Gunakan kalimat yang singkat dan jelas.
* Perihal: Permohonan Izin Tidak Masuk Kerja
* Perihal: Pemberitahuan Izin Sakit

5. Salam Pembuka dan Isi Surat (Alasan & Durasi)

Awali dengan salam hormat yang sopan, lalu langsung ke inti permasalahan.
* Isi Surat: Jelaskan secara singkat, padat, dan jelas alasan ketidakhadiranmu. Sebutkan juga tanggal atau durasi izin yang kamu minta. Hindari bertele-tele atau membuat drama.
* Contoh: “Dengan hormat, melalui surat ini saya mengajukan permohonan izin tidak masuk kerja pada hari [tanggal] dikarenakan [alasan]. Saya akan kembali masuk kerja pada hari [tanggal].”
* Lampiran (jika ada): Jika kamu menyertakan surat dokter atau bukti lain, sebutkan di sini.

6. Penutup dan Tanda Tangan

Akhiri surat dengan harapan permohonanmu diterima dan ucapan terima kasih.
* “Demikian surat permohonan izin ini saya sampaikan, atas perhatian dan pengertian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih.”
* Hormat saya,
* [Tanda tangan]
* [Nama Lengkap]

Gaya Penulisan: Sopan tapi Jelas

Saat menulis surat izin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait gaya bahasa:
* Formal dan Sopan: Meskipun gaya bahasamu santai sehari-hari, surat izin harus ditulis dengan bahasa yang formal, baku, dan sopan. Gunakan sapaan “Bapak/Ibu” dan hindari singkatan.
* Jelas dan Lugas: Langsung pada intinya. Jelaskan alasan dan durasi izinmu tanpa basa-basi.
* Singkat dan Efektif: Tidak perlu menulis surat yang terlalu panjang. Cukup informasikan hal-hal penting yang relevan.

Prosedur Pengajuan: Jangan Sampai Salah Langkah!

Mengajukan surat izin itu ada prosedurnya, lho. Bukan cuma kasih surat terus selesai. Ada beberapa langkah yang perlu kamu ikuti agar izinmu lancar.

prosedur pengajuan izin guru
Image just for illustration

1. Pentingnya Komunikasi Awal: Telepon atau Pesan Cepat

Saat kamu tahu tidak bisa masuk kerja, langkah pertama dan terpenting adalah segera menghubungi atasanmu (Kepala Sekolah atau Wakil Kepala Sekolah) via telepon atau pesan singkat. Beri tahu mereka secepat mungkin tentang ketidakhadiranmu dan alasannya. Ini menunjukkan tanggung jawabmu. Informasi awal ini membantu sekolah membuat keputusan cepat terkait kelas yang kosong.

2. Penyerahan Surat Formal: Kapan dan Kepada Siapa?

Setelah pemberitahuan awal, susul dengan surat izin formal.
* Kapan: Idealnya, surat izin diserahkan sebelum hari-H ketidakhadiran (jika sudah direncanakan), atau sesegera mungkin pada hari-H atau hari berikutnya (jika mendadak, misalnya sakit). Untuk izin sakit yang berkelanjutan, serahkan surat dokter pada hari pertama masuk kembali.
* Kepada Siapa: Surat diserahkan langsung kepada Kepala Sekolah, atau melalui bagian Tata Usaha/Sekretariat sekolah sesuai prosedur yang berlaku di sekolahmu. Pastikan ada bukti penyerahan, seperti cap penerima atau tanda tangan.

3. Persiapan Pengganti: Kelas Tetap Kondusif

Ini adalah bagian dari profesionalismemu sebagai guru. Jika memungkinkan, siapkan materi atau tugas yang bisa dikerjakan oleh siswa selama kamu tidak ada.
* Buat Rencana Pembelajaran Singkat: Berikan catatan singkat tentang apa yang harus dipelajari siswa atau tugas yang perlu diselesaikan.
* Informasi Penting: Beri tahu guru piket atau rekan guru yang akan menggantikanmu tentang perkembangan kelasmu.
* Jangan Membebankan: Tujuannya bukan membebani rekan kerja, tapi memastikan siswa tetap mendapatkan hak belajar mereka.

Contoh Surat Izin: Siap Pakai untuk Berbagai Keperluan

Berikut beberapa contoh surat izin yang bisa kamu modifikasi sesuai kebutuhanmu.

Contoh 1: Surat Izin Sakit (dengan lampiran surat dokter)

[Nama Kota], [Tanggal]

Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah
[Nama Sekolah]
[Alamat Sekolah]

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [Nama Lengkap Anda]
NIP/NIK : [NIP/NIK Anda]
Jabatan : [Jabatan Anda, misal: Guru Kelas V]
Unit Kerja : [Nama Sekolah Anda]
No. Telp : [Nomor Telepon Anda]

Dengan ini mengajukan permohonan izin tidak dapat masuk kerja pada tanggal [Tanggal Mulai Izin] hingga [Tanggal Selesai Izin] dikarenakan sakit. Sebagai bukti, saya lampirkan Surat Keterangan Sakit dari dokter terlampir.

Saya akan kembali melaksanakan tugas mengajar seperti biasa pada hari [Hari], tanggal [Tanggal Masuk Kembali]. Mohon kiranya Bapak/Ibu dapat memaklumkan ketidakhadiran saya.

Demikian surat permohonan izin ini saya sampaikan. Atas perhatian dan pengertian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih.

Hormat saya,

[Tanda Tangan]
(Nama Lengkap Anda)

Contoh 2: Surat Izin Sakit (tanpa lampiran, untuk 1 hari)

[Nama Kota], [Tanggal]

Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah
[Nama Sekolah]
[Alamat Sekolah]

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [Nama Lengkap Anda]
NIP/NIK : [NIP/NIK Anda]
Jabatan : [Jabatan Anda, misal: Guru Mata Pelajaran Matematika]
Unit Kerja : [Nama Sekolah Anda]
No. Telp : [Nomor Telepon Anda]

Dengan ini mengajukan permohonan izin tidak dapat masuk kerja pada hari [Hari], tanggal [Tanggal Izin] dikarenakan kurang enak badan/sakit ringan. Saya telah menginformasikan kondisi ini kepada Bapak/Ibu [Nama Wakil Kepala Sekolah/Guru Piket] pada pagi hari.

Saya akan kembali melaksanakan tugas mengajar seperti biasa pada hari [Hari], tanggal [Tanggal Masuk Kembali]. Besar harapan saya Bapak/Ibu dapat memberikan izin.

Demikian surat permohonan izin ini saya sampaikan. Atas perhatian dan pengertian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih.

Hormat saya,

[Tanda Tangan]
(Nama Lengkap Anda)

Contoh 3: Surat Izin Karena Keperluan Mendesak (misal: duka cita)

[Nama Kota], [Tanggal]

Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah
[Nama Sekolah]
[Alamat Sekolah]

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [Nama Lengkap Anda]
NIP/NIK : [NIP/NIK Anda]
Jabatan : [Jabatan Anda, misal: Guru Bahasa Inggris]
Unit Kerja : [Nama Sekolah Anda]
No. Telp : [Nomor Telepon Anda]

Dengan ini mengajukan permohonan izin tidak dapat masuk kerja selama [Jumlah Hari] hari, mulai dari tanggal [Tanggal Mulai Izin] hingga [Tanggal Selesai Izin]. Ketidakhadiran ini dikarenakan adanya musibah duka cita meninggalnya [Sebutkan Hubungan Keluarga, misal: orang tua kandung/kakak kandung] saya di [Kota/Tempat]. Saya harus menghadiri dan mengurus prosesi pemakaman.

Saya akan kembali melaksanakan tugas mengajar seperti biasa pada hari [Hari], tanggal [Tanggal Masuk Kembali]. Atas izin dan pengertian yang Bapak/Ibu berikan, saya mengucapkan terima kasih.

Hormat saya,

[Tanda Tangan]
(Nama Lengkap Anda)

Contoh 4: Surat Izin Karena Keperluan Pribadi (misal: urusan keluarga)

[Nama Kota], [Tanggal]

Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah
[Nama Sekolah]
[Alamat Sekolah]

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : [Nama Lengkap Anda]
NIP/NIK : [NIP/NIK Anda]
Jabatan : [Jabatan Anda, misal: Guru Olahraga]
Unit Kerja : [Nama Sekolah Anda]
No. Telp : [Nomor Telepon Anda]

Dengan ini mengajukan permohonan izin tidak dapat masuk kerja pada hari [Hari], tanggal [Tanggal Izin] dikarenakan ada keperluan keluarga yang sangat mendesak dan tidak dapat diwakilkan/ditunda di [Sebutkan Tempat jika relevan, misal: luar kota]. Keperluan ini membutuhkan kehadiran saya secara langsung.

Saya akan kembali melaksanakan tugas mengajar seperti biasa pada hari [Hari], tanggal [Tanggal Masuk Kembali]. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh ketidakhadiran saya ini.

Demikian surat permohonan izin ini saya sampaikan. Atas perhatian dan pengertian Bapak/Ibu, saya mengucapkan terima kasih.

Hormat saya,

[Tanda Tangan]
(Nama Lengkap Anda)

Tips Jitu untuk Guru: Agar Izinmu Lancar Jaya

Sebagai guru yang profesional, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar proses pengajuan izinmu selalu berjalan mulus.

1. Komunikasi Efektif: Kunci Utama Keberhasilan

Selalu utamakan komunikasi. Beri tahu atasanmu sesegera mungkin saat kamu tahu tidak bisa masuk. Bahkan jika itu tengah malam karena mendadak sakit, kirim pesan singkat untuk memberikan pemberitahuan awal. Komunikasi yang baik akan membangun kepercayaan dan mempermudah sekolah dalam mengatur jadwal.

2. Siapkan Materi Pengganti: Tanggung Jawab Tetap Nomor Satu

Jika izinmu sudah direncanakan, atau bahkan untuk izin mendadak tapi kamu sempat, usahakan untuk menyiapkan materi atau tugas singkat untuk siswa. Misalnya, daftar soal latihan, materi bacaan, atau video edukasi. Ini menunjukkan bahwa kamu tetap bertanggung jawab terhadap tugas mengajar meski tidak hadir fisik. Ini adalah salah satu ciri guru yang profesional.

3. Pahami Aturan Sekolah: Tiap Tempat Punya Kebijakan Beda

Setiap sekolah atau yayasan pasti punya kebijakan internal terkait izin tidak masuk kerja. Biasakan untuk membaca dan memahami aturan tersebut. Kapan harus menyerahkan surat dokter? Berapa hari batas maksimal izin tanpa surat dokter? Pengetahuan ini akan menghindarkanmu dari kesalahan prosedur.

4. Jaga Profesionalisme: Hindari Kesan Malas-malasan

Jangan gunakan izin secara berlebihan atau untuk alasan yang tidak penting. Atasan dan rekan kerja bisa menilai. Terlalu sering izin tanpa alasan kuat bisa memengaruhi reputasimu dan dianggap tidak serius dalam menjalankan tugas. Integritas dan dedikasi adalah kunci profesionalisme guru.

Konsekuensi Jika Izin Tanpa Prosedur: Jangan Sampai Terjadi!

Tidak mengajukan surat izin sesuai prosedur bisa berdampak negatif pada karirmu sebagai guru. Jangan anggap remeh hal ini, ya!

1. Dampak Disipliner

Jika ketidakhadiranmu tidak memiliki keterangan atau tidak sesuai prosedur, kamu bisa dianggap melanggar disiplin. Sanksinya bisa berupa teguran lisan, teguran tertulis, penundaan kenaikan pangkat, bahkan sampai penurunan pangkat atau pemberhentian. Ini semua tergantung pada tingkat pelanggaran dan kebijakan sekolah/instansi.

2. Dampak Administratif

Ketidakhadiran tanpa izin bisa memengaruhi rekaman absensimu. Ini bisa berdampak pada penilaian kinerja, pengurangan tunjangan profesi, atau tunjangan lainnya. Data absensi yang buruk juga bisa menghambat kesempatanmu untuk promosi atau mendapatkan pelatihan penting.

3. Dampak pada Siswa dan Reputasi

Yang tak kalah penting adalah dampaknya pada siswa. Ketidakhadiran guru tanpa pengganti yang memadai bisa membuat pembelajaran terhenti atau tidak efektif. Ini akan merugikan siswa dan juga bisa menurunkan kepercayaan orang tua terhadap sekolah dan dirimu sebagai guru. Reputasimu di mata rekan kerja dan manajemen sekolah juga bisa menurun.

Fakta Menarik: Absensi Guru di Era Digital

Di era digital ini, cara kita berkomunikasi terkait izin tidak masuk kerja pun ikut berkembang. Dulu, pemberitahuan harus selalu via telepon rumah atau faks. Kini, aplikasi pesan instan seperti WhatsApp atau email sering menjadi saluran pertama untuk pemberitahuan awal. Beberapa sekolah bahkan sudah mengimplementasikan sistem absensi dan pengajuan izin digital melalui portal khusus.

Namun, perlu diingat bahwa meski komunikasi awal bisa via digital, surat izin formal dalam bentuk fisik (atau scan PDF yang ditandatangani) tetap menjadi standar baku di banyak instansi. Ini penting untuk dokumentasi resmi dan legalitas. Fleksibilitas teknologi harus tetap diimbangi dengan kepatuhan terhadap prosedur formal.

Media Pendukung: Tabel Perbandingan & Alur Pengajuan

Untuk memudahkanmu, mari kita lihat tabel perbandingan jenis izin dan dokumen pendukungnya, serta alur pengajuan izin dalam bentuk diagram.

Tabel: Jenis Izin & Dokumen Pendukung

Jenis Izin Durasi Umum Dokumen Pendukung Wajib Keterangan Penting
Sakit (dengan dokter) > 1 hari Surat Keterangan Dokter Komunikasi awal via telepon/pesan wajib.
Sakit (tanpa dokter) 1 hari (Opsional: Surat keterangan dari keluarga) Hanya untuk sakit ringan.
Keperluan Mendesak Sesuai kebutuhan (Opsional: Surat keterangan dari RT/RW/instansi terkait) Contoh: duka cita, bencana alam. Komunikasi cepat sangat penting.
Keperluan Pribadi Sesuai kebutuhan (Opsional: Bukti acara/dokumen terkait) Contoh: pernikahan, urus dokumen. Ajukan jauh hari.
Cuti Melahirkan 3 bulan (umumnya) Surat Keterangan Dokter, Surat Permohonan Cuti Ini adalah jenis cuti khusus, bukan izin mendadak.
Cuti Tahunan Sesuai jatah Surat Permohonan Cuti Biasanya guru PNS tidak memiliki cuti tahunan sama seperti pekerja kantoran, namun bisa diatur dalam kebijakan sekolah.

Diagram: Alur Pengajuan Izin Tidak Masuk Kerja

mermaid graph TD A[Guru Merasa Tidak Bisa Masuk Kerja] --> B{Apakah Izin Bisa Direncanakan?}; B -- Ya --> C[Buat Surat Izin & Siapkan Materi Pengganti]; B -- Tidak (Mendadak) --> D[Segera Hubungi Kepala Sekolah/Wakil via Telepon/Pesan]; C --> E[Ajukan Surat Izin Resmi (sebelum/saat hari-H)]; D --> E; E --> F{Lampiran Diperlukan? (Misal: Surat Dokter)}; F -- Ya --> G[Siapkan Lampiran]; F -- Tidak --> H[Serahkan Surat Izin ke TU/Kepala Sekolah]; G --> H; H --> I[Sekolah Meninjau & Memberikan Persetujuan]; I --> J[Guru Istirahat/Mengurus Keperluan]; J --> K[Guru Kembali Masuk Kerja & Serahkan Lampiran/Bukti (jika belum)];

Itu dia panduan lengkap mengenai surat izin tidak masuk kerja bagi guru. Ingat, profesionalisme dan tanggung jawab adalah kunci utama. Dengan memahami prosedur dan menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, kamu tidak hanya menjaga nama baikmu, tetapi juga memastikan proses belajar mengajar di sekolah tetap berjalan optimal.

Punya pengalaman unik saat mengajukan surat izin? Atau ada tips lain yang ingin kamu bagikan? Yuk, share di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar